Hidayah Menghampiri Pemuda Ini Sebelum Ajal Menjemput


Seringkali kita mendengar kata hidayah dan taufiq. Namun tahukah kamu bahwa kedua kata tersebut memiliki makna yang berbeda ? Bila hidayah bermakna petunjuk Allah SWT yang diperoleh dari proses belajar, maka taufiq adalah kekuatan yang Allah tanamkan pada diri seseorang sehingga ia mudah mengamalkan ajaran yang telah dipelajarinya. 

Hidayah Menghampiri Pemuda Ini Sebelum Ajal Menjemput

Kisah pemuda ini dapat menjadi pelajaran pada kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Sebagaimana diketahui bahwa Allah SWT memberikan hidayah dan taufiq pada setiap orang yang dikehendaki-Nya. Dan pemuda ini salah satu orang yang beruntung tersebut. 

Kisah ini bermula dari cerita yang mengharukan salah seorang Syaikh mengenai seorang Kristen yang wafat di atas taufiq dari Allah. Pelajaran ini akan bermanfaat bagi kita untuk meningkatkan keimanan dalam mendekatkan diri pada Allah. Berikut kisah selengkapnya

Suatu ketika, Syaikh sedang mengisi pengajian di sebuah masjid di kota tertentu, kemudian datanglah imam masjid itu dan mengatakan bahwa di kota ini telah terjadi suatu kejadian yang begitu menakjubkan dua pekan yang lalu. Kemudian, dijelaskanlah bahwa imam tersebut mendengar ada pemuda yang mengalami kecelakaan dengan kereta api. Ketika ia melintas di rel tersebut maka imam itu pun langsung pergi ke tempat kejadian. Ia mendapatkan seorang pemuda yang sedang dalam masa kritis, ususnya berhamburan keluar dan tangan kirinya sudah putus.

Imam itu pun menuntun sang pemuda untuk mengatakan kalimat “Laa ilaaha illa Allah”. Kemudian pemuda itu memandang imam dan sang imam pun mengulangi lagi perkataannya. Dan akhirnya, pemuda itu mengucapkan kalimat tersebut dan tidak berapa lama pemuda itupun meninggal. Kemudian sang imam mencari kartu identitas di saku bajunya untuk mengetahui siapa namanya dan alamatnya.

Imam itu pun terkejut saat melihat sebuah tanda salib di tangannya, ternyata pemuda tersebut adalah seorang nasrani. Sang imam mengajak warganya untuk mengantarkan jenazah pemuda tersebut ke keluarganya dan menyampaikan kisah tersebut agar mereka juga mendapatkan pelajaran dari kisah pemuda tersebut.

Sang imam dengan kaum muslim lainnya sekitar 2000 orang pun berangkat menuju rumah pemuda tersebut untuk berta’ziah dan menyampaikan kabar mengenai keadaan pemuda sebelum meninggal. Saat mereka tiba di rumahnya, Bapak dari pemuda itu mengatakan bahwa semasa hidupnya, anaknya itu suka mendengarkan Al-Qur’an dan akan masuk Islam namun ayahnya selalu melarang hal tersebut. Seketika mereka bertakbir dan mengatakan bahwa sungguh Allah telah memberikan hidayah kepada pemuda itu saat melihat kejujurannya. 

Berdasarkan kisah tersebut, kita tahu bahwa saat kita memiliki kejujuran pada Allah dan mengikhlaskan niat hanya pada Allah maka Allah akan memberikan taufiq sesuai dengan keinginan dan yang dicintainya. Sebagaimana sabda Rasulullah yang berarti bahwa barang siapa mencintai sesuatu maka ia akan diwafatkan di atasnya. Pemuda Kristen mencintai Allah maka Allah pun mewafatkanya di atas taufiq Allah.

Oleh karena itu, sebagai umat manusia kita harus kembali bertanya pada diri sendiri mengenai perbuatan atau amal apa yang telah kita lakukan. Apakah perbuatan tersebut menjauhkan atau mendekatkan kita pada Allah. Ingatlah apa akibat yang akan kita dapatkan jika melakukan perbuatan tersebut, akan mendapatkan nikmat di surga ataukah mendapatkan siksa di neraka. 

Sebagai umat muslim, hendaklah kita senantiasa mendekatkan diri pada Allah untuk mendapatkan lindungan-Nya dari segala niat buruk. Memperbanyak bekal menuju akhirat sangatlah penting agar kita tidak mendapatkan siksaan di akhirat kelak. Ingatlah bahwa adzab Allah sangatlah pedih dan begitu menyakitkan. Oleh sebab itu, perbanyaklah bekal hidup dengan melakukan berbagai perintah Allah dan apa yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad.
Tag : Dunia Islam
2 Komentar untuk "Hidayah Menghampiri Pemuda Ini Sebelum Ajal Menjemput"

Laahaula WalaQuwata IllabilahiAliyilazhim

Back To Top